Jumat, 06 April 2012

TATA EJAAN DAN PILIHAN KATA

Pert 2

Ejaan : Seperangkat aturan/kaidah pelambangan bunyi bahasa, pemisahan, penggabungan dan penulisannya dalam suatu bahasa
Mengeja : kegiatan melafalkan huruf, suku kata, atau kata.

SEJARAH EJAAN DALAM BAHASA INDONESIA
1. Ejaan Van Ophuijsen à(1901 – 1947)  = Seorang guru besar Belanda & pemerhati bahasa Indonesia
2.Ejaan Republik (ejaan Suwandi) à (1947 – 1972) = Menteri PP dan K RI saat itu
3. Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) à 16 Agt. 1972 – sekarang)

PENULISAN UNSUR SERAPAN
- Unsur serapan diambil dari bahasa daerah dan bahasa asing
- Berdasar integritasnya, unsur serapan dibagi menjadi:
  a. Belum sepenuhnya terserap kedalam bahasa Indonesia, pengucapannya masih mengikuti cara asing.
      Misal: reshuffle, shuttle cock
  b. Pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia
      Misal:
               haemoglobin menjadi hemoglobin
               authentic menjadi autentik
               colonel menjadi kolonel
               central menjadi sentral
               technique menjadi teknik

DIKSI
  - Penggunaan kata dalam berbagai kesempatan harus memperhitungkan ketepatan dan kesesuaiannya.
  - Tepatà makna, logika, maksud
  - Sesuaià konteks social
Fungsi Diksi
  - Melambangkan gagasan yang diekspresikan secara verbal.
  - Membentuk gaya ekspresi yang tepat sehingga dapat diterima dengan tepat oleh pembaca.

MAKNA DENOTATIF & KONOTATIF
  • Makna Denotatif :
Kata yang rujukannya tunggal atau makna kata yang sebenarnya, makna yang tidak memberikan peluang pada pembaca untuk memberikan makna tambahan.
Contoh:
            Wajahnya cantikà menunjukkan paras/rupa Adik menggambar segitigaà menunjukkan bentuk segitiga
  • Makna Konotatif
Makna yang mengandung asosiasi-asosiasi tambahan, makna yang tidak sebenarnya
Contoh :
            Makna Denotatif & Konotatif
            - Gol yang cantikà bola yang menggelinding dan sangat susah untuk ditebak oleh kiper

Kata Umum & Khusus
    - Kata umum/subordinat : acuannya lebih luas
      Contoh : Ikan �� bermacam-macam jenis ikan
   - Kata khusus/hiponim : acuannya lebih khusus
      Contoh : lele, tuna�� nama jenis ikan
   - Semakin luas ruang lingkup suatu kata, maka makin umum sifatnya. Makin umum suatu kata, makin
      terbuka kemungkinan salah dalam pemaknaannya.
   - Mis: berjalan pelan, lebih umum dibanding berjalan perlahan-lahan

Kata Konkret & Abstrak
  - Kata konkret : kata yang mudah diserap pancaindra
    Contoh: meja, rumah, air, cantik, hangat, wangi, suara
  - Kata Abstrak: Tidak mudah diserap pancaindra
    Contoh: keinginan, angan-angan, perdamaian, kebahagiaan

Kata Penghubung Berpasangan
  - Jarak antara Surabaya dengan Sidoarjo hanya 27 km.
  - Ia tidak memerlukan hadiah uang, melainkan barang
  - Baik anak ataupun cucu semua datang di pesta itu.
  - Bukan aku yang tidak mau, tetapi dia yang tidak suka
  - antara …. dan 
  - tidak …, tetapi 
  - baik ….maupun …..
  - bukan …, melainkan …..


Sumber : suhandiah.ppt.bahasa indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar