Jumat, 06 April 2012

SPOK (Struktur Kalimat)

Pert 3

KALIMAT
• Kalimat merupakan bentuk bahasa atau wacana yang digunakan sebagai sarana untuk menuangkan dan menyusun gagasan secara terbuka agar dapat dikomunikasikan kepada orang lain (Mustakim, 1994).


UNSUR KALIMAT
   a. SUBJEK
       • Bagian kalimat yang menunjukkan pelaku, sosok (benda), semua hal, atau masalah yang menjadi pangkal/pokok pembicaraan.
       • Subjek biasanya berisi:
         – Kata/frasa bendaàMeja direktur besar.
         – KlausaàYang berkumis tipis adalah kekasihku.
         – Frasa verbalàMembangun sistem informasi akuntansi sangat mahal.
      • Dapat pula dikenali dengan cara memakai kata tanya siapa (yang)apa (yang) kepada  PREDIKAT.
      • Jika jawaban tidak logis maka tidak ada Subyek
   b. PREDIKAT        • Predikat menyatakan :
         – keadaan yang dilakukan oleh S
         – Sifat, situasi, status, ciri atau jati diri S
         – Jumlah sesuatu yang dimiliki S
      • Bagian kalimat menghubungkan antar S dengan O dan K
      • Dapat berupa kata/frasa berkelas verba, adjektifa, numeralia (kt. Bilangan), dan nomina (benda)
  • Contoh
  • Ibu sedang tidur siang à melakukan apa ibu?
  • Putrinya cantik jelita àbagaimana putrinya?
  • Kota Tanggulangin dalam acaman lumpur. àBagaimana situasi kota Tanggulangin?
  • Lusi seorang penyanyi à memberi tahu status Lusi
   c. OBJEK      • Bagian kalimat yang melengkapi P.
     • Objek pada umumnya diisi oleh nomina, frasa nominal, atau klausa.
       – Nomina = buku
       – Frasa Nomina = buku sejarah
       – Klausa = buku sejarah pertempuran bangsa Melayu
    • Letak O selalu di belakang P yang berupa verba transitif, yaitu verba yang memerlukan O
      – Contoh:
      – Harmanto membuat …
      – Sistem analisis merancang …
Membuat, merancang à verba transitif à P yang memerlukan O
• JikaP diisi oleh verba INTRANSITIF maka O tidak diperlukan.
• Sehingga kehadiran O dalam kalimat dikatakan TIDAK WAJIB HADIR.
Contoh:
– Nenek mandi.
– Ayah tidur.
– Tamunya pulang.
–mandi, tidur, pulang à tidak perlu O
• Obyek dapat menjadi Subyek bila dipasifkan
– Harmanto menulis buku ini
– Buku ini ditulis oleh Harmanto

   d. PELENGKAP
     • Pelengkap atau komplemen adalah bagian kalimat yang melengkapi P.
     • Letak Pelengkap umumnya di belakang P yang berupa verba.
     • Seringkali kita dibuat bingung antara Pelengkap dan O.
     • Pelengkap tidak dapat menjadi Subyek bila dipasifkan.
     • Jika kalimat ada O maka biasanya Pel terletak setelah (di belakang) O.
     • Pelengkap dapat pula diisi oleh frasa adjektiva dan frasa preposisional
       – Frasa adjektiva = benar sekali, sudah tidak layak
       – Frasa preposisional = di, ke, dari sampai, selama, sepanjang

   e. KETERANGAN (Ket)
      • Bagian kalimat yang menerangkan berbagai hal tentang bagian kalimat yang lainnya.
      • Unsur Ket dapat berfungsi untuk menerangkan S, P, O, dan Pel.
      • Dimanakah posisi keterangan itu? Bisa di awal, tengah, dan akhir kalimat.


Sumber : suhandiah.ppt.bahasa indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar